Kamis, 22 Desember 2016

Pertemuan Pertama dengan Matahari


Di siang hari yang panas, berat rasanya untuk beraktivitas. Sedikit saja bergerak, keringat sudah bercucuran. Hanya satu aktivitas yang bisa dilakukan dalam cuaca yang ekstrim seperti ini. Membaca buku.

Walau berat, akhirnya melangkah juga ke toko buku terdekat. Di jajaran best seller yang dipajang di depan toko, berderet buku-buku dengan ilustrasi yang menarik. Judul buku-buku pun tak kalah menarik.

Hmm lama tidak baca novel Indonesia, seperti ini rupanya novel yang terkenal sekarang 
Buku demi buku dia lihat apakah sesuai dengan minat bacanya sekarang. Dia terperanjat. Ternyata semua buku yang dipajang di deretan best-seller adalah karangan satu orang pengarang.  Begitu terkenal nya sang pengarang ini rupanya. Judul menarik, ilustrasi pun OK. Nama sang pengarang pun sering terdengar di media sosial. Begitu tergoda untuk segera membaca buku-buku itu.

Dia ambil satu buku di ujung sebelah kiri. Buku itu berjudul "Matahari". Betul sekali, buku yang dia ambil adalah karya Tere Liye. Dan novel-novel yang berjajar di rak best-seller adalah semua novel karya Tere Liye. Menakjubkan.

Ketika pulang, tanpa henti dia membuka lembar demi lembar. Kalimat demi kalimat. Semua terasa begitu fantastis. Konsep cerita yang penuh petualangan dan memenuhi semua kebutuhan akan fantasi dan keajaiban. Walau ternyata buku Matahari adalah bukan buku pertama, tak masalah juga ikut melompat ke perahu cerita Tere Liye di tengah-tengah.

Tiga hari dia telah selesai membaca Matahari. Kini misi dia selanjutnya adalah menemukan Bumi, Bulan, dan Bintang.